Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

Memahami Hadis Cara Fazlur Rahman

Shodiqul Amin by Shodiqul Amin
September 30, 2021
in Tadarus Tokoh, Wawasan
3 min read
0
85
SHARES
133
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MADRASAHDIGITAL.CO – Hermeneutika merupakan suatu metode atau cara untuk menafsirkan simbol yang berupa teks atau sesuatu yang diperlakukan untuk dicari arti dan maknanya. Metode hermeneutika mensyaratkan adanya kemampuan untuk menafsirkan masa lampau yang tidak dialami, kemudian dibawa ke masa sekarang (Mushadi: 2009). Namun, perbincangan mengenai penggunaan hermeneutika sebagai salah satu metode interpretasi teks agama belum sepenuhnya diterima oleh umat Islam secara umum.

Pro-kontra mengenai penggunaan-nya dalam menafsirkan al-Qur’an dan hadis telah terjadi hingga saat ini. Dan bagaimanapun juga memahami hadis itu pula sebenarnya sekaligus kritik salah satu tokoh intelektualis Fazlur Rahman terhadap sarjana Muslim klasik yang memahami hadis lebih kepada teks dan nalar teologi yang senantiasa menyelimutinya. Selain itu, dalam melihat pemikiran seseorang tentunya harus dilihat dari mana nalar yang ia peroleh itu, sehingga juga sangat penting menelisik genealogi keilmuwan yang ia bangun.

Studi Fazlur Rahman mengenai hadis memiliki arti yang sangat urgen terhadap pembaharuan pemikiran Islam, khususnya sumbangannya dalam bidang metode dan pendekatan. Pendekatan historis yang ia tawarkan adalah kontribusi yang sangat positif terhadap studi hadis yang selama ini disibukkan dengan persoalan kritik sanad.

Hal itu, menurut dia, walaupun memberikan informasi biografis yang kaya dan unik, belum bisa dikatakan sebagai hal yang final. Umat Islam dewasa ini membutuhkan upaya metodologis untuk  mencairkan kembali hadis-hadis yang ada dalam bentuk sunnah yang hidup (living sunnah), ide moral, dan legal spesifik.

Istilah Reevaluasi dilakukan menurut Rahman dengan cara mengembalikan hadis menjadi sunnah yang sejak semula memang menjadi sumber hadis dan melakukan penafsiran situasional. Penafsiran situasional ini dilakukan dengan menghidupkan kembali norma-norma yang dapat kita terapkan untuk saat ini, yaitu dengan membangkitkan kembali nilai moral dan riil dari latar belakang situasional hadis bersangkutan menurut perspektif historisnya yang tepat dan menurut fungsinya yang benar dalam konteks historisnya.

Bahkan lebih jauh lagi Rahman menyatakan bahwa fenomena kontemporer diproyeksikan kembali ke dalam bentuk hadis agar kaum muslimin dapat ditempa menurut pola spiritual, politik dan soial tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengendorkan sifat formalisme hadis dan melanjutkan perjuangan dari titik di mana sunah secara sukarela melebur diri ke dalam hadis.

Dalam hal ini, Rahman membagi hadis menjadi dua. Pertama, hadis-hadis yang bersifat historis dan biografis, yaitu hadis yang mencerminkan kandungan hitoris sunnah Nabi. Hadis-hadis mengenai shalat, zakat, dan haji termasuk tata cara pelaksanaannya secara detail adalah jelas-jelas terkait dengan Nabi sehingga orang-orang yang tidak jujur dan tidak waras sajalah yang menyangkalnya. Kedua, hadis-hadis yang sebagian besar tidak bersifat historis, yaitu hadis yang tidak bersumber dari Nabi tetapi tetap dipandang memiliki nilai normatif dalam pengertian dasar.

Meskipun Rahman hanya menggunakan sejarah murni dan al-Qur’an sebagai acuan utamanya dalam melakukan reevaluasi dan reinterpretasi terhadap hadis-hadis teknis, ia tetap tidak mengingkari bahwa sesungguhnya hadis-hadis historis atau biografis dalam segi-segi utamanya sangat jelas dan dapat dipergunakan sebagai landasan untuk menafsrkan hadis hadis teknis yang sebagian besar tidak bersumber dari Nabi. Begitu juga yang menyangkut masalah isnad sebagai tolok ukur validitas suatu hadis oleh mayoritas umat Islam yang tidak digunakan Rahman sebagai bukti-bukti bagi validitas hadis. bagi Rahman, isnad tetap dipandang penting, karena faktanya isnad telah melahirkan literatur-literatur yang mengandung informasi biografis yang benar dan merupakan sebuah prestasi Islam yang unik. (Rahman:1965)

Rahman menegaskan akan perlunya melakukan reevaluasi terhadap aneka ragam unsur-unsur di dalam hadis dan reinterpretasi yang sempurna terhadap unsur-unsur tersebut sesuai dengan kondisi moral-sosial yang sudah berubah pada saat sekarang. Hal ini hanya dapat kita lakukan melalui studi historis terhadap hadis dengan mengubahnya menjadi sunnah yang hidup (living sunnah) dan secara tegas membedakan nilai ril (real values) yang dikandungnya dari latar belakang situasionalnya.

Berdasarkan prinsip penafsiran situasional yang sama, yaitu dengan membangkitkan kembali nilai moral yang riil dan latar belakang situasional yang bersangkutan, hadis hukum harus ditangani. Hadis-hadis hukum ini harus dipandang sebagai sebuah problem yang harus ditinjau kembali, jadi bukan sebuah hukum yang sudah jadi untuk kita pergunakan langsung. Masalah ini benar-benar sulit dan harus dihadapi dengan bijaksana dan berhati-hati namun tidak dapat dielakkan.

Share34Tweet21SendShare
Previous Post

September Hitam yang tak Kunjung Terang

Next Post

Pengembaraan Sunyi

Shodiqul Amin

Shodiqul Amin

Mahasiswa Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Related Posts

bu ahang

Bu Ahang dan Militansi yang Tumbuh dari Cinta

by admin
November 6, 2025
0
100

Oleh : Muhammad Akmal Ahsan Pagi ini kantor terasa lengang. Pak Arif dan sebagian besar orang sedang dinas keluar. Ruangan...

Refleksi Sumpah Pemuda 2025: Pemuda Negarawan dan Isu Strategis Kepemudaan

by admin
Oktober 28, 2025
0
74

Oleh: Heriwawan (Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel) Peringatan Sumpah Pemuda 2025 menjadi momentum refleksi bagi generasi muda Indonesia. Tahun ini Sumpah...

Jembatan Aktivisme dan Birokrasi

by admin
Oktober 19, 2025
0
79

Oleh : Muh Akmal Ahsan, Kabid Ristek DPP IMM Pagi telah menyingsing ketika saya bersama lima orang anak muda bergegas...

Rethinking Equality Gender dalam Perspektif Islam Ala Buya Syafii Maarif

by admin
Agustus 23, 2025
0
115

Oleh: Rahmad Tri Hadi (Mahasiswa Doktoral Filsafat Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi) MADRASAHDIGITAL.CO Kesetaraan gender merupakan salah satu isu...

Koperasi Desa Merah Putih: Kesalahpahaman Negara atas Konsep Koperasi

by admin
Agustus 1, 2025
0
135

Oleh: Inas Jordi Purnomo (Ketua Umum PC IMM Kota Semarang 2025/2026) MADRASAHDIGITAL.CO-  Koperasi telah lama dikenal dan hadirnya memberikan banyak...

Filosofi Hidup “Lone Wolf” Houtarou Oreki di Era Ketidakpastian

by admin
Juni 13, 2025
0
196

Oleh: Rahmad Tri Hadi, Mahasiswa Doktoral Filsafat Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Di tengah dunia yang serba cepat,...

Next Post

Pengembaraan Sunyi

Puisi: Nasihat Bapak

Resah dan Kecewa, IMM Evaluasi Kinerja Jokowi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In