Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

Malahayati, Inong Balee Penakluk De Houtman

admin by admin
Juni 29, 2021
in Tadarus Tokoh
3 min read
0
Malahayati (Goodnewsfromindonesia.id)

Malahayati (Goodnewsfromindonesia.id)

264
SHARES
413
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MADRASAHDIGITAL.CO, Oleh: Fokker

Siapa yang tidak kenal dengan Cournelis De Houtman, seorang penjelajah Belanda yang membuka ekspedisi kolonialisme ke wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Sebuah ekspedisi yang berkaitan dengan upaya eksplorasi dan monopoli perdagangan di Asia untuk kepentingan Belanda.

Cornelis De Houtman berhasil bersandar di Banten pada 27 Juni 1596, di mana sebelumnya telah hadir pedagang-pedagang Portugis disana, yang lebih bersikap kooperatif dengan penguasa-penguasa setempat.

Rencana negatif De Houtman tiba-tiba terbuka ketika rombongan ekspedisi mencoba bernegosiasi mengenai perdagangan dengan penduduk Banten. Sikap ingin memonopoli yang ia paksakan kemudian berujung pengusiran terhadap ekspedisi De Houtman dari Banten.

Portugis yang awalnya bersikap kooperatif, usai kepergian Belanda justru menerapkan juga sistem monopolinya. Alhasil, Kesultanan Banten pun mengikrarkan perang terhadap Portugis, dan berhasil mendesak Portugis untuk keluar dari Banten.

Selain Portugis, Inggris pun berupaya menguasai perdagangan di Selat Malaka, dimana Belanda melihat peluang ini untuk menerapkan siasat adu dombanya. Ya, upaya adu domba antara Inggris dengan Portugis ini dibuktikan dengan terjadinya pertempuran laut di sekitar Tumasik atau Singapura.

Selat Malaka dan Eksotisme Perdagangan Dunia

Kesultanan Aceh pertama kali didirikan oleh Ali Alaidin Mughayat Syah pada tahun 1496. Akses jalur ke Asia Timur dari Eropa tentu saja harus melewati Selat Malaka. Dilain pihak, banyak negara-negara Eropa yang berkeinginan menguasai Selat Malaka, seperti Inggris, Portugis, dan Belanda.

Sesampainya di Aceh Sultan Ali Alaidin, memberikan De Houtman akses berdagang, selain memberikan ruang pedagang Inggris dibawah James Lancester. Seperti yang sudah diketahui, bahwa itikad kedua pedagang asing tersebut hanyalah untuk memonopoli perdagangan di Selat Malaka.

Siasat adu domba Belanda justru berbalik merugikannya. Tak banyak negosiasi, kapal-kapal Portugis dan Belanda yang sedang bertempur, segera diserang oleh pasukan Aceh. Begitupula dengan kapal-kapal Inggris yang mencoba menghegemoni Selat Malaka, tak mampu menghadapi gempuran dari kapal-kapal Aceh.

Pasukan Inong Balee

Tatkala armada Kesultanan Aceh menggempur Portugis di Teluk Haru, Laksamana Zainal Abidin, suami dari Malahayati, gugur dalam pertempuran. Sepeninggal suaminya, Malahayati mengajukan usul kepada Sultan Al Makammil, untuk menghimpun pasukan perempuan dari para pejuang Aceh yang gugur di pertempuran.

Usul ini dikabulkan, dan Malahayati segera dilantik menjadi Laksamana laut yang dikenal dengan pasukan Inong Baleenya. Inong dalam bahasa Aceh memiliki arti wanita, sedangkan Balee artinya adalah janda.

Pasukan ini memiliki sebuah benteng di Teluk Krueng, Pulau Sabang. Benteng yang dibangun pada 1599 oleh Malahayati ini bertujuan untuk menampung para janda yang mau bertempur untuk membela Aceh. Tak perlu waktu lama, 2000 pasukan Inong Balee siap untuk berjuang melawan armada asing di Selat Malaka.

Laksamana Malahayati vs Cornelis De Houtman

Pertempuran berhadapan dengan armada kapal Belanda itu terjadi pada bulan September 1599. Suatu pertempuran hebat terjadi antara pasukan Belanda dengan para pejuang janda yang sudah berikrar menentang segala bentuk penjajahan oleh bangsa asing di tanah Aceh.

Dalam suatu skenario pengepungan, Laksamana Malahayati mampu mendesak pasukan Belanda diatas geladak kapalnya sendiri. Pertarungan satu lawan satu antara Malahayati dengan Cornelis De Houtman tak dapat dielakkan, dalam suatu serangan mendadak, rencong Malahayati mampu melukai De Houtman.

Balasan De Houtman tidak mampu melukai Malahayati yang dengan sigap mengelak dan kemudian kembali menikamnya dengan rencong. Seketika itu De Houtman tewas ditangan Laksamana Malahayati.

Pasukan Belanda yang ketika itu mengetahui De Houtman telah tewas, serta merta langsung menyerah kalah, Frederick De Houtman yang menjadi wakil komandan pun ditangkap pasukan Inong Balee.

Suatu prestasi yang dikenang dunia, tak lain adalah catatan mengenai Malahayati didaulat sebagai laksamana perempuan pertama yang tercatat oleh sejarah. Selain dari keberhasilannya menaklukkan armada Belanda di lautan Malaka.

Malahayati dan Emansipasi Perempuan

Pada Juni 1615, Malahayati gugur pada suatu pertempuran melawan Portugis di Selat Malaka. Malahayati diakui tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia, melalui catatan-catatan perlawanan yang dimuat di sejarah Inggris, Belanda, dan Portugis. Beliau ditetapkan sebagai pahlawan pada 9 November 2017.

Tidak seperti R.A. Kartini, yang memperjuangkan emansipasi melalui tulisan-tulisannya, Malahayati memperjuangkan emansipasinya melalui rencong. Simbol perjuangan perempuan Aceh sebelum masa Cut Nyak Dien inilah yang kelak menginspirasi keterlibatan perempuan di garis depan suatu pertempuran.

Seperti pada peristiwa Bandung Lautan Api, keterlibatan perempuan di barisan depan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dibuktikan dengan aksi sabotase di kota Bandung. Dengan maksud, fasilitas umum tidak dapat dimanfaatkan oleh Belanda yang berkeinginan menguasai kembali Indonesia.

Terlepas daripada perjuangannya dahulu, tentu semangat emansipasi harus terus diperjuangkan hingga kini, walau tidak lagi melalui jalan pertempuran, banyak aspek kekinian sebaiknya perlu dibukakan ruang yang sepadan di segala bidang, untuk hadirnya perempuan-perempuan tangguh pejuang kehidupan.

 

Referensi

Endang Moerdopo. 2018. Laksamana Malahayati: Sang Perempuan Keumala. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

M.C. Ricklefs. 2008. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Share106Tweet66SendShare
Previous Post

IMM FEB Uhamka Bekali Mahasiswa dengan Webinar Praskripsi

Next Post

Diseminasi dan Penyusunan Laporan Riset Jadi Bahasan Kelas Riset IMM Jaksel

admin

admin

Related Posts

bu ahang

Bu Ahang dan Militansi yang Tumbuh dari Cinta

by admin
November 6, 2025
0
100

Oleh : Muhammad Akmal Ahsan Pagi ini kantor terasa lengang. Pak Arif dan sebagian besar orang sedang dinas keluar. Ruangan...

Suara dari Makam; Buya, Indonesia, dan Palestina

Suara dari Makam; Buya, Indonesia, dan Palestina

by admin
April 6, 2025
0
148

MADRASAHDIGITAL.CO-  Oleh : Ramadhanur Putra (Redaktur Madrasah Digital) Sesampainya di Jogja, saya diajak oleh seorang teman untuk ziarah ke Makam Alm....

Foto Istimewa, Pilkada Morotai 2011

Mengenang Tokoh Pemekaran Kabupaten Pulau Morotai; Sosok Ayah di Mata Anak dan Keluarga

by admin
Maret 20, 2025
0
234

MADRASAHDIGITAL.CO- Oleh: Faturahman Djaguna (Putra Alm. Adjan Djaguna, Tokoh Pemekaran Kab. Pulau Morotai dan Presiden BEM Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta...

Analisis Pemikiran Ar Razi

Talkhis Mantiq Fakhruddin ar-Razi

by Shodiqul Amin
Oktober 2, 2022
0
633

MADRASAHDIGITAL.CO- Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir. Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang...

Sumber: pexels.com

Belajar dari Lalat Pengganggu Athena: Socrates

by admin
Juni 30, 2022
0
477

MADRASAHDIGITAL.CO- OLEH: Raychan Assabiq (Alumni Sekolah Pemikiran Islam (SILAM) Angkatan II PK IMM FAI UMY) Manusia dikaruniai kemampuan berpikir oleh...

Sumber: https://heavenisjupiter-com1.webs.com/al-ghazali

Epistemologi Keilmuan Islam Al-Ghazali (2)

by admin
Juni 4, 2022
0
169

MADRASAHDIGITAL.CO- Oleh Al-Manaf (Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga) Keraguan ringan merupakan kritik terhadap kelompok pencari kebenaran yang akan penulis rumuskan dibawah...

Next Post
Kelas Riset Cahaya Merah Institute bertema "Implementasi Tri Kompetensi Dasar Melalui Budaya Riset" via telekonferensi Zoom Meeting, Minggu (27/06/2020)

Diseminasi dan Penyusunan Laporan Riset Jadi Bahasan Kelas Riset IMM Jaksel

Image by lil_foot_ from Pixabay (https://pixabay.com/photos/open-book-library-education-read-1428428/)

Membiasakan Tradisi Membaca

Ilustrasi kitab

Puisi: Aku Bukan Kitab Bersih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In