Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

Autologi Diri Perspektif Al-Ghazali

Perihal konsep pengetahuan atau kesadaran diri, al-Ghazali memulai dengan tiga alat komunikasi yang lebih bersifat rohaniah seperti, hati (qalbu) digunakan untuk mengetahui Tuhan; roh (ruh) untuk mencintai Tuhan, dan jiwa (sirr) untuk merenungi kekuasaan Tuhan.

admin by admin
Maret 17, 2022
in Tadarus Tokoh
4 min read
0
Sumber: iranpolitcsclub.net

Sumber: iranpolitcsclub.net

158
SHARES
247
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MADRASAHDIGITAL.CO- OLEH: Syahuri Arsyi (Pegiat Komunitas Diskusi Buku dan Diskusi Malam Sabtu)

“Man arafa qalbah faqad arafa nafsah; wa man arafa nafsah faqad arafa Rabbah”

(Barang siapa yang mengetahui hatinya, sungguh ia mengetahui dirinya sendiri, dan barang siapa mengetahui dirinya, sungguh ia mengetahui Tuhannya).

Demikian hadits Nabi yang kemudian diadopsi sebagai konsep makrifat dalam pandagan tawasuf Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ta’us Ath- Thusi Asy-Syafi’i al-Ghazali (450 H/1058 M).

Pandangan al-Ghazali ini, dikemudian hari tak hanya dipahami sebagai konsep makrifat saja dalam bertasawuf, melainkan juga dipahami sebagai konsep dan pengetahuan diri dari lahirnya keilmuan psikologi dalam Islam. Walaupun, al- Ghazali tak dapat dikatakan sebagai pelatak dasar dari keilmuan psikologi, karena sudah banyak para intelektual Islam sebelum al-Ghazali telah berbicara mengenai konsep diri, akan tetapi al-Ghazali yang paling detail berbicara tentang diri ini.

Tiga Alat Komunikasi Menurut Al-Ghzali

Perihal konsep pengetahuan atau kesadaran diri, al-Ghazali memulai dengan tiga alat komunikasi yang lebih bersifat rohaniah seperti, hati (qalbu) digunakan untuk mengetahui Tuhan; roh (ruh) untuk mencintai Tuhan, dan jiwa (sirr) untuk merenungi kekuasaan Tuhan.

Dari ketiganya ini, bukan roh (ruh), dan jiwa (sirr), bukan pula perasaan, serta apalagi akal budi. Akan tetapi, hati yang menjadi alat atau sarana paling utama.

Hati yang dimaksud al-Ghazali sini bukan hati dalam pengertian bagian tubuh terletak di bagian kiri dada seorang manusia, seperti yang selama ini kita pelajari di buku-buku biologi dan kita dikenal dalam dunia ilmu kedokteran saat ini. Yang dimaksud al-Ghazali dengan hati ini adalah hati yang secara rohani dan jasmani memang perlu disucikan dari segala bentuk sampah kotoran.

Karena ini merupakan media dan sarana dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Disini, al- Ghazali, mengatakan kalau hati memiliki dua pintu; salah satunya menghadap ke luar dan ke dalam.

Pintu yang menghadap keluar ini, bisa menangkap ilmu pengetahuan melalui panca indera, sementara yang ke dalam, bisa menangkap pengetahuan yang berasal dari alam ghaib, berupa nur ilahi.

Adanya pengetahuan ini kalau boleh dikatakan sebagai bagian bentuk lain dari konsekuensi logis dari ilmu lahir yang dapat dikuasi dengan berbagai studi dalam pelbagai bidang dan komentar. Dan, ilmu batin bisa dijelaskan dengan ilmu tasawuf atau sufistik (gnosis).

Semacam yang hanya bisa didapatkan oleh para khawash auliya’ tanpa melalui perantara, langusng dari Tuhan. Ilmu Laduni, demikian al-Ghazali menyebutnya. Ilmu ini kemudian dikembangkan oleh Suhrawardi sebagai ilmu huduri. Kalau boleh mengatakan, hal ini hampir sama dengan realitas yang ada alam ini, dari segi bentuknya dapat di bagi dua bagian: yaitu alam empirik atau alam indrawi (‘alam al-syahadah) dan alam metafisik atau alam tidak kasat mata (Alam al-Malakut atau Alam al-Ghaib).

Konsep Hati Al-Ghazali

Terlepas itu, namun lebih lanjutnya lagi al-Ghazali dalam Magnum Opus-nya Ihya’‘Ulum al-Din (kebangkitan ilmu-ilmu agama) mengartikan hati dengan dua pengertian; hati jasmani (al-Qalb al-Jasmani) atau daging sanubari (al-Lahm al-Sanubari), dan esensi spiritual lembut (Lutd Rabbani Ruhi).

Hati pertama, daging khusus berbentuk jantung pisang letaknya dalam rongga dada sebelah kiri dan berisi darah hitam kental, sebagaimana yang kita kenal saat ini dalam ilmu kedokteran. Hati kedua, secara literal diartikan sebagai lubuk hati, jantung, inti, kekuatan semangat keberanian, yang diambil dari akar kata qalaba mengandung arti lain seperti merubah, membalikkan, menjadikan batin menajdi lahir, menumbangkan, mempertimbangan dan terbalik.

Ketiga komposisi al-Ghazali ini, ada dalam diri manusia dan menjadi satu kesatuan tak terpisahkan dalam diri manusia yang kemudian disebut dengan tubuh.

Dari tubuh ini, struktur manusia terdiri dari dua unsur utama: jasmani dan ruhani atau materi dan immateri. Dan, semua para ulama sufi dan filosof mengakui hal tersebut. Sebab, pandangan ini sejalan dengan pandangan dasar yang terdapat al-Quran tentang manusia. Dari unsur jasmani dan ruhani ini, kemudian al-Ghazali mendeskripsikan al-nafs atau jiwa yang ada dalam diri manusia. Jiwa ini, menjadi inti dan hakikat manusia sebagai makhluk spiritual rabbani sangat halus (Lathifa Rabbaniyah Ruhaniyyah). al-Ghazali sendiri mendeskripsikan jiwa ini adalah hati (al-Qalb), akal (al- Aql), ruh (al-Ruh), dan jiwa (al-Nafs).

Tiga komposisi manusia

Isitilah-istilah ini memiliki persamaan dan perbedaan, masing-masing dan memiliki dua pengertian yaitu pengertian fisik dan pengertian psikis. Dalam karyanya Mi’raj al-Salikin, al-Ghazali menggambarkan manusia terdiri dari al-nafs, al-ruh dan al-jism. Di sini, al-Ruh, bukan dalam pengertian ruh sebagai esensi manusia dalam pengertian jiwa. Untuk itu, al-Ghazali memberi pengertian berbeda terkaitan tiga komposisi manusia ini.

Misalnya, jiwa merupakan substansi yang berdiri sendiri, tak memiliki tempat; al-ruh adalah panas alam (al-Hararat al-Ghariyyat) mengalir pada tiap pembuluh nadi, otot-otot dan syaraf manusia. al-Jism sendiri adalah suatu tersusun dari unsur materi, berupa daging, tulang dan sebagainya.

Dengan demikian, jiwa ini bisa dikatakan esensi manusia kekal. Jiwa tak akan hancur, tak akan mati, ia hanya berpisah dari badan saja di saat manusia meninggal dunia.

Sebab ruh bisa dijumpai pada setiap makhluk hidup selain manusia seperti hewan dan tumbuhan. Dalam karya lain seperti, al-Madhnun al-Shaghir, al-Ghazali menyebut al-Ruh al-Hayawani, yang dijelaskan sebagai sesuatu sejenis uap yang sangat halus serta berpusat di rongga jantung dan menyebar ke seluruh tubuh melalui syaraf dan pembuluh-pembuluh nadi.

Sedangkan tubuh sendiri dalam pandangan al-Ghazali, merupakan bagian paling tak sempurna yang ada pada diri manusia, serta terdiri dari unsur-unsur materi, pada suatu waktu komposisinya bisa rusak, hancur, binasa.

Selain itu, tubuh tak miliki kekuatan, yang dimiliki hanyalah prinsip alamiah (mabadi habi’i). Dengan demikian dari konsep jiwa ini, kemudian al-Ghazali secara tak langsung membagi dimensi jiwa menusia menjadi: Dimensi ragawi seperti, dalam diri manusia mengalami kerusakan dan kehancuran berupa benda masif yang tak berdaya.

Dimensi Nabati seperti dalam diri manusia terdapat nutrisi, memiliki fungsi reproduksi. Kemudian, Dimensi Hewani seperti, dalam diri manusia terdapat daya penggerak dan persepsi. Lalu yang terakhir dimensi insani, bahwa dalam diri manusia terdapat jiwa rasional dan jiwa realitas yaitu daya praktis dan teoritis. Dimensi ini dikemudian hari dikenal sebagai akal teoritis dan akal praktis.

Pengetahuan, kesadaran diri atau self-knowledge ini merupakan pengenalan awal yang harus diketahui oleh pelaku tasawuf, dan juga bagi manusia pada umumnya.

Karena ini erat kaitanya dengan mengenalan dan penyadaran jati dirinya. Dengan mengenal dan menyadari jati dirinya, ia akan mengenal dan mengetahui Tuhannya.

Red. Amin Azis

Tags: Alghazaliautologidirifilosofkajiantokoh
Share63Tweet40SendShare
Previous Post

Hidup Sehat Itu Repot (?)

Next Post

Cerpen : Rencana Tiga Babak

admin

admin

Related Posts

bu ahang

Bu Ahang dan Militansi yang Tumbuh dari Cinta

by admin
November 6, 2025
0
100

Oleh : Muhammad Akmal Ahsan Pagi ini kantor terasa lengang. Pak Arif dan sebagian besar orang sedang dinas keluar. Ruangan...

Suara dari Makam; Buya, Indonesia, dan Palestina

Suara dari Makam; Buya, Indonesia, dan Palestina

by admin
April 6, 2025
0
148

MADRASAHDIGITAL.CO-  Oleh : Ramadhanur Putra (Redaktur Madrasah Digital) Sesampainya di Jogja, saya diajak oleh seorang teman untuk ziarah ke Makam Alm....

Foto Istimewa, Pilkada Morotai 2011

Mengenang Tokoh Pemekaran Kabupaten Pulau Morotai; Sosok Ayah di Mata Anak dan Keluarga

by admin
Maret 20, 2025
0
234

MADRASAHDIGITAL.CO- Oleh: Faturahman Djaguna (Putra Alm. Adjan Djaguna, Tokoh Pemekaran Kab. Pulau Morotai dan Presiden BEM Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta...

Analisis Pemikiran Ar Razi

Talkhis Mantiq Fakhruddin ar-Razi

by Shodiqul Amin
Oktober 2, 2022
0
633

MADRASAHDIGITAL.CO- Mantiq adalah alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir. Lebih jelasnya, Mantiq adalah sebuah ilmu yang...

Sumber: pexels.com

Belajar dari Lalat Pengganggu Athena: Socrates

by admin
Juni 30, 2022
0
477

MADRASAHDIGITAL.CO- OLEH: Raychan Assabiq (Alumni Sekolah Pemikiran Islam (SILAM) Angkatan II PK IMM FAI UMY) Manusia dikaruniai kemampuan berpikir oleh...

Sumber: https://heavenisjupiter-com1.webs.com/al-ghazali

Epistemologi Keilmuan Islam Al-Ghazali (2)

by admin
Juni 4, 2022
0
169

MADRASAHDIGITAL.CO- Oleh Al-Manaf (Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga) Keraguan ringan merupakan kritik terhadap kelompok pencari kebenaran yang akan penulis rumuskan dibawah...

Next Post

Cerpen : Rencana Tiga Babak

Terjebak Pada Simbolitas, Lupa Dengan Makna dan Fungsi

IMMawati Goes to School: Mengenalkan Kesehatan Reproduksi Remaja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In