Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

Selamat Datang Mahasiswa Baru, Hidup Mahasiswa!

admin by admin
September 15, 2019
in Opini
3 min read
0
Ilustrasi. Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/photos/kelas-sekolah-pendidikan-belajar-2093743/

Ilustrasi. Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/photos/kelas-sekolah-pendidikan-belajar-2093743/

1.1k
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Bayujati Prakoso[1]

Pada kali ini, waktunya telah tiba. Datang lah mereka, mahasiswa baru, yang berasal dari seluruh penjuru Nusantara. Beragam latar belakang, agama, suku, ras, tidak menjadikan penghalang bagi mereka, justru disitu khas nya kuliah di Perguruan Tinggi. Tidak ketinggalan, beragam usia mahasiswa, sifat, karakter mahasiswa baru menjadi warna-warni ketika hadir di kampus. Semangat tiada henti untuk terus menempa diri (dalam pendidikan) menjadi keharusan yang tak terpisahkan dalam kepribadian para mahasiswa.

Penulis seringkali mengatakan bahwa, kampus adalah gudangnya intelektualisme. Disitu terdapat beragam ilmu pengetahuan yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkannya. Pernah ada ungkapan tentang pentingnya kampus bagi mereka (mahasiswa), yakni sebagai berikut.

“Kampus adalah ruang metodologi. Hal ini adalah khasnya. Disitu ada sistem bangunan ilmu, ilmu tentang metode, dan analisis komprehensifnya terhadap ilmu. Maka disebut ruang metodologi ialah kampus. Selain itu, terdapat pengujian pikiran, dialektika/tempat silih berganti gagasan-pemikiran/ilmu/metode sampai pengujian dengan penggunaan metode-metode terhadap ilmu, hasil observasi, ditambah pengembaraan intelektual muncul di kampus.”[2]

Dalam ungkapan diterangkan dengan jelas bahwa kampus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk dapat menimba ilmu. Bahkan ada istilah mahasiswa harus meraup dalamnya sumur ilmu pengetahuan di kampus. Kampus menjadi tempat yang sangat strategis dan solutif untuk memaksimalkan peran dan tugas mahasiswa.

Secara konkret, mahasiswa memiliki apa yang disebut sebagai kebebasan mimbar akademis. Kebebasan ini dimaksudkan kebebasan otonom dalam mencari, mendapatkan beragam ilmu pengetahuan. Artinya, setiap mahasiswa memiliki hak untuk mencari dan menerima beragam ilmu pengetahuan di kampus.

intelektualisme bukan diukur dengan banyaknya berbicara atau lihainya merawat kata saat orasi, melainkan perlu memaksimalkan ilmu yang dimiliki untuk diamalkan. Dalam artian, mahasiswa selain pintar dalam akademis, harus pintar dalam bersosialisasi, dan peka terhadap lingkungan. Secara sederhana, apakah mampu membantu teman sebaya, sampai pada berkontribusi untuk lingkungan sekitarnya. Maka, tugas seorang mahasiswa bukan saja belajar di kampus, dan melakukan penelitian, melainkan peka terhadap lingkungan sosial, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Jargon Hidup Mahasiswa

Disetiap kegiatan penerimaan mahasiswa baru, atau pengenalan/orientasi mahasiswa baru dipastikan ada jargon-jargon “Hidup Mahasiswa”, dan tidak sedikit menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa dalam kegiatan di kampus. Hal ini berupaya mengenalkan kehidupan, dan peran mahasiswa yang sejati.

Namun, jangan sampai terjebak pada asyik dan euforianya lantunan lagu mahasiswa dan jargon “Hidup Mahasiswa” semata, melainkan membangun substansi dari “Hidup Mahasiswa” ke dalam diri mahasiswa. Jangan sekadar “Hidup Mahasiswa”, dan selepas itu senangnya kegiatan yang hore-hore (hiburan, main), budaya instan merajalela; copy-paste dalam menulis paper, minim sensitif ke kehidupan sosial masyarakat, nilai anjlok, tidak banyak yang suka, bahkan antipati alias sedikit ogah pada buku, ke perpus kampus ketika ada tugas saja, tinggi minat baca Instagram, WhatsApp, tapi rendah daya baca buku kuliah. Hal ini bukan bermaksud mengklaim kondisi mahasiswa demikian, namun bentuk kekhawatiran dan kepedulian terhadap kondisi mahasiswa. Tentu kita tidak ingin seperti itu bukan, wahai para mahasiswa.

Mari renungkan dan bangun komitmen untuk tidak sekadar mengucapkan “Hidup Mahasiswa”, melainkan menjalankan substansi frasa itu, menyematkan dalam sukma, dan dipraktikkan ke kehidupan. Ringkasnya, menjadi mahasiswa yang berilmu, berprestasi, dan mengamalkannya ke dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Pintar Saja Tidak Cukup

Dibeberapa kesempatan penulis pernah menyampaikan selain harus pintar, mahasiswa harus menaikkan level intelegensia nya ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni bijaksana. Mahasiswa haruslah bijaksana. Bijak sejak dalam pikiran dan tindakan menjadi nyata dan patut dipahami oleh segenap mahasiswa, baik lama, dan baru.

Menjunjung nilai kebijaksanaan (value of wisdom) secara sederhana ketika mahasiswa melakukan proses pendalaman, dan pembentukkan jati diri di kampus, seperti ia memiliki pertimbangan-pertimbangan/dasar argumentasi ketika berbicara, menulis, bersikap dimanapun berada, memiliki prinsip untuk apa ia kuliah, memiliki capaian keberhasilan dari tiap semester dalam kuliah, mampu memilah mana yang baik dan buruk, serta mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan ketika melakukan segala sesuatu.

Penutup

Mahasiswa adalah penerus generasi bangsa. Cermin dan masa depan bangsa salahsatunya ada dalam mahasiswa. Oleh sebab itu, maksimalkan peran dan tugasnya sebagai wujud dari kepribadian seorang cendekiawan. Dengan begitu, sudah tidak perlu repot-repot lagi negara mencari generasi bangsa yang siap meneruskan tampuk pimpinannya, sudah ada mahasiswa. Wallahu a’lam bish-shawab.

[1] Mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi (Konsentrasi Media Policy) Universitas Diponegoro, Semarang, Pegiat Madrasah Digital DKI Jakarta (madrasahdigital.co)

[2] Bayujati, Prakoso, 2019, “Sukma Intelektualisme: Sebuah Refleksi, Autokritik, dan Afirmasi”, https://madrasahdigital.co/1133/opini/admin/sukma-intelektualisme-sebuah-refleksi-autokritik-dan-afirmasi/ (diakses pada 4 September 2019, 20.21 WIB).

Tags: Mahasiswa Baru
Share451Tweet282SendShare
Previous Post

Memahami Pemikiran Seyyed Hossein Nasr

Next Post

Pendidikan Zaman Kiwari, Pembelajaran HOTS Sangat Penting

admin

admin

Related Posts

Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru

by admin
Januari 18, 2026
0
22

Oleh: Muhammad Rasyid Ridlo (Dosen Ekonomi Islam FEB UMJ) Perkembangan ekonomi tidak pernah berhenti. Pola transaksi berubah, kebutuhan masyarakat semakin...

Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

by admin
Januari 16, 2026
0
29

Oleh: Laluna Hilwa Imtisal (Kader IMM UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang memiliki peristiwa agung dalam sejarah...

Hidup Kompetitif, Alienasi dan Kebutuhan Akan Keteguhan Batin

by admin
Januari 7, 2026
0
29

Oleh: Adram Qaisullah T (Instruktur Paripurna IMM) Pembicaraan tentang manusia modern dan makna hidup bukanlah sebuah hal baru. Sudah sejak...

Menutup Tahun: Antara Capaian, Kegagalan, dan Harapan

by admin
Januari 2, 2026
0
128

MADRASAHDIGITAL.CO - Oleh: Rafa Basyirah Tidak terasa setahun telah berlalu, telah tiba saatnya tahun 2025 menjadi masa lalu. Kita lihat...

Literasi Yang Ditinggalkan

by admin
Januari 1, 2026
0
83

Oleh: Sri Dyah Ayu Fitriani (Kader PK IMM FAI UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Sistem pendidikan modern menuntut fleksibilitas, teknologi, dan akses yang setara....

Ketika Kwitansi Lebih Berkuasa daripada Keadilan

by admin
Desember 9, 2025
0
38

Oleh: Tamara Rizki (Alumni Pascasarjana hukum Universitas Islam Indonesia) Isu mahalnya harga beras dalam paket bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kembali...

Next Post

Pendidikan Zaman Kiwari, Pembelajaran HOTS Sangat Penting

Selamat Jalan Habibie, Selamat Jalan Dillon

Petani Memberi Makan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In