Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

Mengembangkan Islam Wasathiyah

admin by admin
Juli 23, 2019
in Opini
4 min read
0
560
SHARES
865
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ahmad Soleh*

Belakangan ini, kita dihebohkan dengan pemberitaan mengenai Menag Lukman Hakim Saifuddin yang mencurigai tumbuhnya paham ekstrem di MAN 1 Sukabumi. Hal itu karena beredarnya foto pengibaran bendera berlafaz tauhid oleh sejumlah siswa ekskul Keluarga Remaja Islam Majelis Al-Ikhlas atau Karisma MAN 1 Kab Sukabumi, Jawa Barat. Viralnya foto siswa ekskul dengan bendera berlafaz tauhid dalam acara pengenalan ekskul sekolah itu mendapatkan respons beragam.

Repons beragam itu lantaran bendera berlafaz tauhid ini sangat lekat dengan ikon atau simbol HTI alias Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi terlarang yang sudah dibubarkan pemerintah. HTI dibubarkan lantaran menolak ideologi Pancasila dan demokrasi, serta kekeuh dengan paham khilafah yang selalu dikampanyekannya. Meski sudah dicabut izin sebagai organisasi legal, tak semerta-merta membuat kegiatan eks anggota HTI berhenti, terlebih dengan paham dan keyakinan yang sudah terpatri dalam benaknya.

Sampai hari ini, kita masih bisa menemukan buletin HTI yang terbit setiap Jumat di masjid-masjid, tentu dengan nama dan tampilan yang berbeda dengan sebelumnya. Meskipun, garis besar idenya sama, yakni khilafah itu benar dan sistem negara selain khilafah, seperti demokrasi adalah sistem yang thagut. Ini menjadi bukti bahwa ide, gagasan, dan keyakinan mereka akan sebuah sistem khilafah terus bergulir. Dan tampaknya ini menjadi ‘ketakutan’ tersendiri bagi pemerintah. Paham yang dibawa HTI dinilai sangat berbahaya karena hendak mengganti dasar negara, dari negara Pancasila menjadi negara agama; negara Islam.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim yang besar, kita perlu memahami ini sebagai dinamika dan dialektika dalam kehidupan berbangsa. Namun, kita juga perlu memahami bahwa Indonesia merupakan negara Pancasila. Pancasila melalui sila pertamanya, melindungi umat beragama. Bahkan, kelima sila dalam Pancasila sendiri sesuai dengan ajaran agama. Maka, tidak tepat jika kita mempertentangkan Pancasila dengan ajaran agama.

Negara Pancasila

Sebenarnya, mempertentangkan Pancasila dengan ajaran agama adalah hal yang tidak perlu dilakukan. Di Indonesia ada ormas mainstream, NU dan Muhammadiyah, yang memiliki peran besar bagi kemajuan umat Islam, bangsa, dan negara. Bahkan, kedua ormas ini hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Muhammadiyah tahun 1912 dan NU tahun 1926. Jadi, berbicara soal keislaman dan keindonesiaan tak perlu jauh-jauh, kita bisa melihat pendapat kedua ormas keagamaan Islam terbesar tersebut.

Muhammadiyah misalnya, mencetuskan istilah Darul Ahdi Wasy Syahadah untuk menyebut negara Pancasila. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, Darul Ahdi artinya negara tempat kita melakukan konsensus nasional. Negara kita berdiri karena seluruh kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik, sepakat untuk mendirikan Indonesia. Sedangkan Darul Syahadah artinya negara tempat kita mengisi. Jadi, menurut Haedar, setelah kita punya Indonesia yang merdeka, seluruh elemen bangsa harus mengisi bangsa ini menjadi negara yang maju, makmur, adil, dan bermartabat.

Islam Wasathiyah

Islam wasathiyah hadir dengan keyakinan bahwa sesungguhnya umat Islam adalah umatan wasathan, umat yang ada di tengah. Islam wasathiyah merupakan implementasi dari ajaran Islam rahmatan lil alamin. Islam wasathiyah disebut juga Islam jalan tengah. Bertujuan untuk menciptakan umat terbaik (khairu ummah), darussalam yang badlatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

Islam wasathiyah ini tentu sangat jauh dari konsep dakwah pemaksaan, ekstrem, dan kekerasan, seperti Hizbut Tahrir, ISIS, dll. Selain itu, juga sangat jauh dari istilah liberal. Itulah mengapa disebut moderat atau wasathiyah. Maka dari itu, Prof Dadang Kahmad menjelaskan bahwa Islam wasathiyah adalah cara berislam yang paling sesuai dengan karakter bangsa dan masyarakat Indonesia dan sudah dipraktikkan oleh leluhur kita sejak Islam datang ke bumi pertiwi ini dan insya Allah akan terus dianut dan dipraktikkan oleh semua umat Islam Indonesia sepanjang masa (Republika, 27/5/2019).

Pemahaman dan praktik keagamaan Islam wasathiyah (Ma’ruf Amin: 2018) memiliki ciri-ciri, yaitu tawassuth (mengambil jalan tengah), yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak ifrath (berlebih-lebihan) dan tafrith (reduktif, mengurangi ajaran); tawazun (seimbang), dalam semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip, dan dapat membedakan inhiraf (penyimpangan) dan ikhtilaf (perbedaan); i’tidal (lurus dan tegas), menempatkan sesuatu pada tempatnya, melaksanakan hak dan kewajiban secara proporsional; tasamuh (toleransi), mengakui dan menghormati perbedaan; dan musawah (egaliter), tidak diskriminatif akibat perbedaan keyakinan, tradisi dan asal usul.

Selain itu, ciri lainnya adalah syura (musyawarah), persoalan diselesaikan dengan musyawarah mufakat dengan mengedepankan kemaslahatan; islah (reformasi), mengutamakan prinsip reformatif untuk mencapai keadaan lebih baik; aulawiyah (mendahulukan yang prioritas); tathawwur wa Ibtikar (dinamis dan inovatif), sesuai dengan perkembangan zaman; serta tahadhdhur (berkeadaban), menjunjung tinggi akhlakul karimah, karakter, identitas, dan integritas sebagai khairu ummah dalam kehidupan kemanusiaan dan peradaban.

Mengembangkan Islam wasathiyah menjadi agenda penting untuk menguatkan peran umat Islam dalam memajukan bangsa dan negara. Mengembangkan Islam wasathiyah juga berarti mengembangkan pemikiran modern di kalangan umat Islam, sehingga umat Islam bisa berperan dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa tercerabut dari akarnya. Wallahualam.

*Pegiat Madrasah Digital

Tags: HTIindonesiaislam wasathiyahpancasila
Share228Tweet139SendShare
Previous Post

Bucin dan Definisi yang Belum Usai

Next Post

IMM Itu Bukan Sekadar Jas Merah

admin

admin

Related Posts

Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru

by admin
Januari 18, 2026
0
22

Oleh: Muhammad Rasyid Ridlo (Dosen Ekonomi Islam FEB UMJ) Perkembangan ekonomi tidak pernah berhenti. Pola transaksi berubah, kebutuhan masyarakat semakin...

Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

by admin
Januari 16, 2026
0
29

Oleh: Laluna Hilwa Imtisal (Kader IMM UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang memiliki peristiwa agung dalam sejarah...

Hidup Kompetitif, Alienasi dan Kebutuhan Akan Keteguhan Batin

by admin
Januari 7, 2026
0
29

Oleh: Adram Qaisullah T (Instruktur Paripurna IMM) Pembicaraan tentang manusia modern dan makna hidup bukanlah sebuah hal baru. Sudah sejak...

Menutup Tahun: Antara Capaian, Kegagalan, dan Harapan

by admin
Januari 2, 2026
0
128

MADRASAHDIGITAL.CO - Oleh: Rafa Basyirah Tidak terasa setahun telah berlalu, telah tiba saatnya tahun 2025 menjadi masa lalu. Kita lihat...

Literasi Yang Ditinggalkan

by admin
Januari 1, 2026
0
83

Oleh: Sri Dyah Ayu Fitriani (Kader PK IMM FAI UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Sistem pendidikan modern menuntut fleksibilitas, teknologi, dan akses yang setara....

Ketika Kwitansi Lebih Berkuasa daripada Keadilan

by admin
Desember 9, 2025
0
38

Oleh: Tamara Rizki (Alumni Pascasarjana hukum Universitas Islam Indonesia) Isu mahalnya harga beras dalam paket bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kembali...

Next Post

IMM Itu Bukan Sekadar Jas Merah

Tersesat yang Menyenangkan

Kepala Madrasah Digital Yogyakarta

Pengilmuan IMM: Mungkinkah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In