Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

Indonesia VS Bahrain: Analisis Tafsir Al-Qur’an

admin by admin
November 4, 2024
in Opini
5 min read
0
Sumber : Detiksport

Indonesia vs Bahrain

161
SHARES
252
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MADRASAHDIGITAL.CO Oleh : Burhanuddin Al-Ghoni (Kabid TKK PK IMM FAI UMY)

Pertandingan antara Indonesia dan Bahrain baru-baru ini berakhir dengan skor 2-2 dan penuh dengan kontroversi. Salah satu isu utama adalah tambahan waktu yang diberikan oleh wasit, yang dianggap tidak wajar dan merugikan tim Indonesia. Hal ini memunculkan reaksi beragam dari para penggemar sepak bola di tanah air.

Beberapa penggemar tidak puas dengan keputusan wasit yang dianggap melanggar prinsip keadilan, sehingga memunculkan komentar di media sosial yang melanggar etika berkomunikasi. Bahkan, akun pribadi milik wasit tersebut sempat mendapatkan ancaman dan kecaman dari netizen Indonesia.

Lalu, bagaimana Islam menyikapi hal ini? Hal ini sejalan dengan ayat Al-Quran yang Allah SWT cantumkan dalam firman-Nya. Mari kita analisis beberapa ayat Al-Quran yang relevan dengan prinsip keadilan, menerima kekalahan dengan ikhlas, dan menjaga etika dalam komunikasi, terutama dalam konteks pertandingan ini.

Analisis keadilan dalam Tafsir Surah An-Nisa Ayat 58.

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat ini menekankan pentingnya keadilan dalam segala bentuk kepemimpinan dan pengambilan keputusan, termasuk dalam konteks pertandingan olahraga. Profesor Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, menekankan pentingnya menunaikan amanah dan menetapkan hukum dengan adil.

Beliau menjelaskan bahwa amanah harus disampaikan kepada yang berhak menerimanya, dan ketika menetapkan hukum di antara manusia, harus dilakukan dengan adil. Ini menunjukkan bahwa keadilan adalah prinsip utama yang harus dipegang dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam konteks sosial dan hukum. (Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: 2002).

Kata “adil” menunjukkan bahwa setiap keputusan harus berdasarkan keadilan dan kebenaran, tanpa memihak. Dalam konteks wasit, ini berarti wasit harus membuat keputusan yang objektif dan tidak berat sebelah. Dalam pertandingan sepak bola, wasit memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan permainan berjalan dengan adil. Keputusan yang tidak adil dapat merusak integritas pertandingan dan menyebabkan ketidakpuasan di antara pemain dan penonton.

Menerima Kekalahan dengan Ikhlas adalah Bagian dari Sportivitas

Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 286 Alloh SWT berfirman:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Ayat ini mengajarkan tentang pentingnya menerima takdir dengan ikhlas dan berserah diri kepada Allah. Ini sangat relevan dalam situasi kekalahan, di mana seseorang harus menerima hasil dengan lapang dada dan tanpa rasa dendam. Kata “tidak membebani” menunjukkan bahwa setiap ujian dan cobaan yang diberikan Allah adalah sesuai dengan kemampuan kita. Ini berarti bahwa Allah mengetahui batas kemampuan hamba-Nya dan tidak akan memberikan beban yang melebihi kapasitas mereka.

****

Kekalahan dalam pertandingan adalah bagian dari ujian yang harus diterima dengan ikhlas. Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, Surah Al-Baqarah Ayat 286 menekankan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya (Hamka, 1981, hlm. 286). Ini menunjukkan bahwa setiap cobaan, termasuk kekalahan dalam pertandingan, adalah sesuatu yang dapat kita hadapi dan atasi dengan kesabaran dan ketabahan.

Dalam konteks pertandingan sepak bola, menerima kekalahan dengan ikhlas adalah bagian dari sportivitas. Ini menunjukkan kedewasaan dan sikap positif dalam menghadapi setiap hasil pertandingan.

Sportivitas tidak hanya tentang bagaimana kita bermain di lapangan, tetapi juga bagaimana kita menerima hasil akhir, baik itu kemenangan maupun kekalahan. Dengan menerima kekalahan dengan lapang dada, kita menunjukkan bahwa kita menghargai usaha dan kerja keras semua pihak yang terlibat, serta menghormati prinsip keadilan dan fair play.

Selain itu, menerima kekalahan dengan ikhlas juga membantu kita untuk belajar dari pengalaman dan memperbaiki diri di masa depan. Ini adalah kesempatan untuk refleksi dan pengembangan diri, yang pada akhirnya akan membuat kita menjadi individu yang lebih kuat dan bijaksana. Dengan demikian, ajaran ini tidak hanya relevan dalam konteks pertandingan olahraga, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.

Etika dalam Komunikasi Bermedsos

Dalam Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 11-12 Alloh SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡم مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآء مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيۡرا مِّنۡهُنَّۖ وَلَا تَلۡمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلۡأَلۡقَٰبِۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِيمَٰنِۚ وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَٗ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡم وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّاب رَّحِيمٞ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan), karena sebagian dari purbasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

****

Ayat ini memberikan panduan tentang bagaimana menjaga kehormatan dan martabat orang lain dalam komunikasi sehari-hari, yang juga relevan dalam konteks komunikasi di media sosial. Kata “mengolok-olok” dan “menggunjingkan” menunjukkan perilaku komunikasi yang merendahkan dan merusak hubungan sosial.

Dalam konteks media sosial, ini berarti menghindari fitnah, gosip, dan penghinaan. Dalam konteks modern, menjaga etika dalam komunikasi digital sangat penting. Media sosial sering kali menjadi tempat di mana fitnah dan gosip menyebar dengan cepat, sehingga panduan ini sangat relevan untuk menjaga keharmonisan dan saling menghormati

Tafsir ayat-ayat ini menawarkan perspektif yang relevan dan mendesak mengenai keadilan, menerima kekalahan dengan ikhlas, dan menjaga etika dalam komunikasi. Dengan memahami konteks historis dan menggunakan pendekatan etis, tafsir ini berusaha untuk menegakkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Islam dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pertandingan sepak bola.

Red : M. Rendi Nanda Saputra

Tags: #bahrain#indonesia#pertandingan
Share64Tweet40SendShare
Previous Post

Mengenal "Mother Of Science" Filsafat: The Way Of Thingking

Next Post

Buta dan Ketakutan

admin

admin

Related Posts

Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru

by admin
Januari 18, 2026
0
22

Oleh: Muhammad Rasyid Ridlo (Dosen Ekonomi Islam FEB UMJ) Perkembangan ekonomi tidak pernah berhenti. Pola transaksi berubah, kebutuhan masyarakat semakin...

Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

by admin
Januari 16, 2026
0
29

Oleh: Laluna Hilwa Imtisal (Kader IMM UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang memiliki peristiwa agung dalam sejarah...

Hidup Kompetitif, Alienasi dan Kebutuhan Akan Keteguhan Batin

by admin
Januari 7, 2026
0
29

Oleh: Adram Qaisullah T (Instruktur Paripurna IMM) Pembicaraan tentang manusia modern dan makna hidup bukanlah sebuah hal baru. Sudah sejak...

Menutup Tahun: Antara Capaian, Kegagalan, dan Harapan

by admin
Januari 2, 2026
0
128

MADRASAHDIGITAL.CO - Oleh: Rafa Basyirah Tidak terasa setahun telah berlalu, telah tiba saatnya tahun 2025 menjadi masa lalu. Kita lihat...

Literasi Yang Ditinggalkan

by admin
Januari 1, 2026
0
83

Oleh: Sri Dyah Ayu Fitriani (Kader PK IMM FAI UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Sistem pendidikan modern menuntut fleksibilitas, teknologi, dan akses yang setara....

Ketika Kwitansi Lebih Berkuasa daripada Keadilan

by admin
Desember 9, 2025
0
38

Oleh: Tamara Rizki (Alumni Pascasarjana hukum Universitas Islam Indonesia) Isu mahalnya harga beras dalam paket bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kembali...

Next Post
sumber : Weston T. Jones

Buta dan Ketakutan

Menggali Kubur Kepemimpinan

ilustrasi; zaidan hakim (2024)

Empat Bunga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In