Madrasah Digital
Ketentuan Kirim Tulisan
Buat Akun
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
Kamis, Januari 22, 2026
No Result
View All Result
  • Berita
    • Rilis
    • Komunitas
    • Surat Pembaca
  • Gaya Hidup
    • Tips
    • Hobi
  • Wawasan
    • Analisis
    • Wacana
    • Tadarus Tokoh
    • Resensi
    • Bahasa
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Esai Sastra
  • Ruang Madrasah
    • Materi Pelajaran
    • Online Learning
    • Ruang Konsultasi
No Result
View All Result
Madrasah Digital
No Result
View All Result

“Divergent” antara Faksi Muhammadiyah dan Nahdhlatul Ulama

admin by admin
Agustus 28, 2023
in Opini
4 min read
0
“Divergent” antara Faksi Muhammadiyah dan Nahdhlatul Ulama
203
SHARES
317
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MADRASAHDIGITAL.CO- Muh. Khusni Tamrin

Divergent antara Dua Faksi

Mungkin sebagian dari kita belum familiar dengan istilah “divergent”. Tenang dan santai saja saudara pembaca yang budiman. Istilah tersebut bukanlah  merupakan istilah ilmiah yang harus dibuktikan kebenarannya dengan riset sana-sini. Bukan juga merupakan nama unsur senyawa kimia yang harus dipreteli kandungan dan lain sebagainya. “Divergent” tidak lebih dari sekedar judul serial film yang rilis pertama tahun 2014 lalu. Seri kedua dan ketiga ialah “Insurgent” dan “Allegiant” yang rilis berurutan di tahun 2015 dan 2016. Menceritakan tentang keadaan dunia kita di masa yang akan datang. Film ini merupakan adaptasi dari serial novel yang berjudul sama ditulis oleh Veronica Roth.

Kelak, ada masa distopia yang akan membagi manusia ke dalam lima faksi. Faksi Candor terkenal dengan kejujuran, sehingga dipercaya mengambil peran layaknya hakim. Kemudian ada faksi Erudite yang terkenal kejeniusannya, mengambil peran layaknya ilmuan yang ahli. Selanjutnya faksi Amity yang terkenal dengan kedamaian, mengambil peran layaknya petani desa yang selalu ceria. Ada juga faksi Dauntless yang terkenal dengan keberanian, dipercaya mengambil peran layaknya militer. Dan terakhir ada faksi Abnegation yang terkenal dengan naluri kemanusiaan yang kuat dan suka menolong, mengambil peran sebagai pelayan masyarakat atau pemangku kebijakan.

Dalam kurun waktu 200 tahun, kehidupan mereka berjalan dengan baik. Setiap faksi menjalankan peran dengan baik sesuai tupoksinya masing-masing. Sampai pada suatu ketika lahirlah beberapa anak yang memiliki ciri semua faksi pada dirinya. Ia jujur, suka menolong, pemberani, cerdas, dan suka dengan suasana damai. Fenomena semacam ini di masa itu merupakan suatu hal yang sangat langkah. Dan lebih parahnya lagi mereka dianggap sebagai ancaman terbesar yang membawa kehancuran. Merekalah para “Divergent” segelintir anak manusia yang memiliki keistimewaan luar biasa namun dianggap sebagai ancaman oleh semua faksi.

Analogi Divergent dalam Kehidupan Berbangsa

Menarik dan seru mengikuti perjuangan para “Divergent” dalam memperjuangkan hak mereka. Perjuangan yang menggugah semangat kita sebagai manusia biasa untu terus mengoptimalkan potensi diri. Memperjuangkan kaum yang termarjinalkan oleh system yang sejatinya tidak manusiawi. Memperjuangkan nilai-nilai yang memang merupakan fitrah hidup dan hak persamaan yang justru dikontrol oleh hanya segelintir orang yang merasa diri serba tahu.

Fenomena yang terjadi dalam serial film “Divergent” ini sebenarnya sangat relate dan mengena dalam kehidupan kita. Analogi kehidupan berbangsa yang di dalamnya ada beberapa ormas misalnya. Contoh konrkrit adanya faksi Muhammadiyah dan faksi Nu (Nahdhatul Ulama). Kata faksi digunakan agar langsung bisa kondisikan dan bisa dibayangkan terkait serial film yang telah diuraikan sebelumnya.

Terkadang dalam lingkungan masyarakat Muhammadiyah, ada kerabat atau handai taulan yang memilih untuk ikut dalam beberapa agenda rutin NU seperti misalnya tahlilan, yasina, diba’an dan lain sebagainya. Apakah itu salah? Lalu bagaimana dengan keanggotannya di persyarikatan atau faksi Muhammadiyah? Eits,,, kita tidak akan membahas ke sana. Jujurly , kami sudah muak dengan perdebatan semacam itu. Perdebatan yang tidak mengarah kepada kedamaian sebagaimana yang dikehendaki faksi “Amity”. Fenomena seperti ini ada dan akan terus mengganda.

Teringat jelas dalam ingatan ketika salah satu tokoh besar Muhammadiyah, Bapak Din Syamsuddin ikut duduk di samping Bapak Said Aqil Siraj mengikuti acara tahlilan. Dalam hal ini, kami percaya bahwa ada jiwa “divergent” dalam diri Bapak Din Syamsuddin. Itu satu dari sekian banyak kasus yang mirip. Sebaliknya dalam lingkungan masyarakat atau faksi NU, terkadang kita melihat kerabat atau handai taulan yang sangat senang mengikuti kajian atau tabligh akbar yang diadakan oleh faksi Muhammadiyah. Bahkan di beberapa kesempatan tokoh NU seperti Gus Ulil Abshar Abdallah dengan sangat antusias menjadi pembicara dalam forum diskusi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Fenomena seperti ini sudah tidak jarang ditemukan.

Sinergitas Dua Ormas demi Semarak Moderasi

Muhammadiyah dan NU adalah dua faksi ormas yang memiliki basis massa terbesar di Indonesia. Ini valid no debat.  Akan tetapi akankah kita menafikan keberadaan anggota Muhammadiyah yang juga meyakini dan mempraktekkan sebagian ajaran NU dalam kehidupan sehari-harinya? Juga bagaimana dengan sebagian warga NU yang dalam kehidupan sehari-hari menyepakati dan meyakini sebagian ketentuan ajaran menurut Muhammadiyah? Apakah golongan yang cenderung berpijak di dua sisi ini akan ditentang dengan keras dan dianggap sebagai ancaman oleh kedua faksi? Kami yakin itu bukan jalan yang akan ditempuh oleh kedua faksi.

Cukuplah para “divergent” ini diasingkan dan dibuang ke kelompok non-faksi di dalam scenario film saja. Kami yakin Muhammadiyah dan NU justru akan merangkul dan tetap mengayomi dengan semangat moderasi dan persamaan hak antar sesama umat beragama Islam. Para “divergent” di tangan Faksi Muhammadiyah dan NU bukanlah merupakan perusak yang akan mengancam eksistensi kedua faksi. Justru sebaliknya. Para “divergent” inilah yang kelak akan memupuk benih-benih persatua. Menjauhkan dari perpecahan dan memutus rantai perselisihan diantara dua faksi.

Dari serial film “Divergent” kita mesti belajar. Bagaimana mengolah dan mengelolah perbedaan. Jika dalam skenario film mereka dikucilkan karena keistimewaan yang mereka miliki. Maka jalan yang seyogyanya ditempuh oleh Muhammadiyah dan NU ialah justru sebaliknya. Karena tidak menutup kemungkinan merekalah yang akan menjadi pionir-pionir persatuan. Menjadi golongan yang senantia mengesampingkan perbedaan untuk bersama-sama mencapai tujuan yang luhur. Yakni menyebarkan substansi Islam seluas-luasnya kepada segala penjuru untuk meneruskan perjuangan nabiyullah Muhammad SAW menegakkan Islam yang rahmat bagi sekalian alam.

Tags: divergentMuhammadiyahmuhammadiyahnunahdhlatululama
Share81Tweet51SendShare
Previous Post

Tingkatkan Intelektual, PC IMM AR Fakhruddin Hadirkan Bedah Buku IMM Studies

Next Post

Rocky Gerung: Ambil Peran Bawa Perubahan

admin

admin

Related Posts

Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru

by admin
Januari 18, 2026
0
22

Oleh: Muhammad Rasyid Ridlo (Dosen Ekonomi Islam FEB UMJ) Perkembangan ekonomi tidak pernah berhenti. Pola transaksi berubah, kebutuhan masyarakat semakin...

Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

by admin
Januari 16, 2026
0
29

Oleh: Laluna Hilwa Imtisal (Kader IMM UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang memiliki peristiwa agung dalam sejarah...

Hidup Kompetitif, Alienasi dan Kebutuhan Akan Keteguhan Batin

by admin
Januari 7, 2026
0
29

Oleh: Adram Qaisullah T (Instruktur Paripurna IMM) Pembicaraan tentang manusia modern dan makna hidup bukanlah sebuah hal baru. Sudah sejak...

Menutup Tahun: Antara Capaian, Kegagalan, dan Harapan

by admin
Januari 2, 2026
0
128

MADRASAHDIGITAL.CO - Oleh: Rafa Basyirah Tidak terasa setahun telah berlalu, telah tiba saatnya tahun 2025 menjadi masa lalu. Kita lihat...

Literasi Yang Ditinggalkan

by admin
Januari 1, 2026
0
83

Oleh: Sri Dyah Ayu Fitriani (Kader PK IMM FAI UMY) MADRASAHDIGITAL.CO- Sistem pendidikan modern menuntut fleksibilitas, teknologi, dan akses yang setara....

Ketika Kwitansi Lebih Berkuasa daripada Keadilan

by admin
Desember 9, 2025
0
38

Oleh: Tamara Rizki (Alumni Pascasarjana hukum Universitas Islam Indonesia) Isu mahalnya harga beras dalam paket bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kembali...

Next Post

Rocky Gerung: Ambil Peran Bawa Perubahan

Haedar Nashir

Rakernas LP UMKM PP Muhammadiyah, Dorong Kemajuan Ekonomi Umat

Rabu, 30 Agustus 2023, salah satu dosen PGSD FKIP Uhamka, Puri Pramudiani, melaksanakan Sidang Promosi Program Doktor di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Dosen PGSD Uhamka: Ini Persembahan untuk Keluarga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswi UHAMKA Gelar Dakwah Lapangan Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Duren Sawit
  • Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa UHAMKA Wujudkan Kemanusiaan untuk Keluarga Dhuafa
  • Kontrak Hybrid dalam Ekonomi Syariah: Kebutuhan Zaman atau Masalah Baru
  • Perkuat Basis Organisasi: PDM Jakarta Timur Gelar Pertemuan Regional LPCRPM di Pondok Kopi
  • Isra Mi’raj dan Baitul Maqdis: Refleksi Bulan Rajab bagi IMM dan Mahasiswa

Komentar Terbaru

  • Rini Hillary pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Riesno Gunawan pada ORANG YANG MEMILIKI WAWASAN LUAS SULIT DIMANIPULASI
  • Rini Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri
  • code of destiny pada Kehilangan Diri Sendiri
  • Rin Hillary pada Kehilangan Diri Sendiri

Arsip

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Juni 2019
  • Mei 2019
  • April 2019
  • Maret 2019
  • Februari 2019
  • Januari 2019

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Kategori

  • Analisis
  • Bahasa
  • Berita
  • Cerpen
  • Esai Sastra
  • Event
  • Gaya Hidup
  • Hobi
  • Kajian Islam
  • Komunitas
  • Materi Pelajaran
  • Opini
  • Pemikiran Tokoh
  • Puisi
  • Resensi
  • Rilis
  • Ruang Konsultasi
  • Ruang Madrasah
  • Sastra
  • Surat Pembaca
  • Tadarus Tokoh
  • Tips
  • Umum
  • Wacana
  • Wawasan

Sekretariat

MD Academy

Alamat
Kantor MD Grup, Meijing Lor, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294

Telp
081385772458 (Saipul Haq)/0817123002 (Muhammad Fakhruddin)

E-mail
redaksimadrasah@gmail.com

  • Redaksi

© 2019 Madrasah Digital

No Result
View All Result
  • Masuk / Daftar
    • Tulis Postingan
    • Tulisan Saya
  • Berita
  • Wacana
  • Gaya Hidup
  • Komunitas
  • Opini
  • Sastra
  • Umum

© 2019 Madrasah Digital

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In