MADRASAHDIGITAL.CO, GARUT- Puluhan anak-anak muda Garut antusias mengikuti Kelas Menulis Skenario Film Pendek yang digelar Madrasah Digital (MD) Garut bersama Tehawie.id di Gedung Eks Bioskop Cikuray Garut, Ahad (6/9).
Menurut Awaliah, pegiat MD Garut yang juga pemilik Platform digital Tehawie.id, melihat kecenderungan anak-anak muda yang dibinanya di MD mulai dihadapkan pada pilihan-pilihan konten digital untuk mengisi ruang ruang yang banyak disediakan media sosial, termasuk konten audio dan video.
“Semakin berkembangnya zaman, berikut dengan kepopulerannya teknologi dan media sosial yang semakin meroket. Banyak sekali platform media sosial yang menguntungkan kita, salah satunya adalah membuat konten-konten menarik untuk di upload di youtube atau platform media sosial yang lainnya,” kata dia, Ahad (6/9).
Awie menegaskan, sejauh ini anak-anak yang bergabung di MD khususnya sudah banyak yang membuat konten yang mudah dikerjakan tanpa sebuah naskah skenario, seperti vlog pribadi, cover lagu, ketimbang membuat film pendek.
“Kira-kira kenapa ya? Apa karena sulit membuat skenarionya? maka jika benar itu penyebabnya maka Tehawie.id dan Madrasah Digital kembali berkolaborasi untuk memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin berkarya dengan membuat Kelas Menulis Skenario Film Pendek Bersama Abah Janur, Ketua FK-KIM Kab. Garut,” ungkapnya.
Kelas Menulis Skenario Film Pendek ini lanjut Awie dilaksanakan melalui zoom (untuk yang online) dan untuk warga yang tinggal Garut mengikuti kelas offline yang dilaksanakan di Eks Gedung Bioskop Cikuray Jl. Ahmad Yani Garut.
“Hanya saja, untuk yang offline kami batasi pesertanya sebanyak 20 orang. dengan ketentuan tambahan diharapkan memakai masker dan membawa bekal (makan dan minum) di rumah masing-masing. Ini gratis yaa,” ungkapnya.
Sementara itu Janur M Bagus yang akrab dipanggil Abah Janur menyampaikan materi berisi dasar-dasar untuk memulai menulis skenario Film Pendek.
“Kita belajar dari dasar-dasarnya, agar para peserta mudah memahami alur saat benar-benar mencoba menulis sebuah skenario,” katanya.
Menurut dia, gairah membuat konten-konten berbasis skenario sebagai produk audio visual, seperti Film Pendek memang gaungnya tidak terlalu terdengar, tetapi secara praktik mereka sudah melakukannya.
“Praktiknya mereka sebenarnya telah menulis skenario dari setiap konten yang dibuatnya hanya saja tidak terdengar prosesnya karena saat ini segala serba mudah diakses termasuk tutorial membuat skenario film sekalipun ada tersedia di Google,” ujarnya.
Ia menambahkan, yang terpenting saat ini ada kemauan keras untuk mewujudkan kreativitas dengan sentuhan inovasinya pasti menghasilkan sesuatu yang bermanfaat termasuk sisi materi juga mudah didapat dengan menjadi kreator konten di medsos.










