MADRASAHDIGITAL.CO – PK IMM Hajjah Nuriyah Shabran Cabang Sukoharjo melakasanakan Masa Ta’aruf (Masta) untuk mahasiswa baru Pondok Hajjah Nuriyah Shabran angkatan 2020 pada 31 Agustus 2020. kegiatan yang di ikuti oleh 35 mahasiswa baru dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia.
kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua hari, di mulai dari tanggal 31 Agustus sampai 1 September 2020. kegiatan ini tetap sama, diikuti oleh 35 peserta masta dari seluruh Mahasantri baru Pondok Shabran. Dimulai dari mahasiswa program studi, Hukum Ekonomi Syariah (HES), Ilmu Al-Qur’an Tafsir (IQT), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kegiatan masta diawali dengan sambutan dari pihak Pondok HNS, yang pada kesempatan itu diwakili oleh Ustadz Azis Hasyim salah satu dosen sekaligus pembina di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. kegiatan ini dilaksanakan daring Via Google Meet dan Whatshaap, materi yang diawali dengan materi tentang ke-Shabranan yang pada kesempatan itu disampaikan oleh Ustadz Muthoharun Jinan MAg selaku (Direktur Pondok HNS UMS).
Materi yang diawali dengan materi tentang Ke-Shabranan, hal ini menjadi sangat penting bagi Mahasantri baru Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. sebelum mereka mengenal linkungan kampus, setidaknya mereka sudah mengenal linkungan Pondok dimana tempat tinggal mereka terlebih dahulu. Pada kesempatan masta kali ini, IMM Shabran menyiapka lima materi dasar untuk peserta masta kali ini, yaitu ke-Shabranan, ke-Mahasiswaan, Motivasi Ber-Organisasi, ke-IMMan, ke-Muhammadiyahan, dan Linkungan Pondok.
Adapun tujuan secara umum dari sekian materi yang ada, tidak lain dan tidak bukan agar bagaimana seluruh Mahasantri baru Pondok Shabran mengetahui segala hal-hal yang berkaitan dengan tugas mereka sebagai Mahasiswa, Kader Persyarikatan, dan Mahasantri di Pondok nantinya. Sehingga apa yang mereka cita-citakan bisa tercapai dan sesuai dengan yang mereka impikan.
Meskipun ada beberapa peserta masta yang terkendala atau bermasalah dengan jaringan, tetapi partisipasi dan antusias mereka patut diberi apresiasi. bahkan banyak mahasantri di dalam setiap materi aktif bertanya dan berdiskusi. hal ini tentu saja melatih mereka bagaimana berani berbicara di depan umum nantinya,” Ujar Akbar selaku Co-PMK itu sendiri.
Setelah usai pemateri menyampaikan materinya, para peserta diwajibkan untuk merangkum ulang materi yang telah di sampaikan sebagai salah satu bukti kehadiran mereka di dalam forum. Dan Hasil rangkuman materi tadi, mereka kumpulkan melalui group WhatsApp dijadikan dalam bentuk file pdf.
Usai kegiatan Masta selesai, mahasantri baru diberikan tugas mengerjakan tugas Rencana Tindak Lanjut (RTL). hal ini merupakan implementasi dari TriKompetensi dalam tubuh IMM yaitu Religiusitas, Intelektualitas, Humanitas, ketika mereka hidup tengah linkungan masyarakat nantinya.
Rahmat Rusma Pratama selaku Ketua Umum PK IMM HNS menyampaikan di dalam materinya tentang ke-IMM-an bahwasan rangkaian acara dari kegiatan Masta IMM menjadi salah satu bagian dari rangkaian awal dalam ber-IMM. Rahmat juga mengarahkan kepada seluruh Mahasantri baru Shabran agar betul-betul menjiwai nilai-nilai yang terkandung dalam ikatan tersebut. Sehingga para kader mampu menjadi tonggak utama dalam perjuangan Muhammadiyah.
“Walaupun kegiatan Masta IMM kali ini diadakan secara online, setidaknya mereka mampu memahami apa yang saya sampaikan dan mampu melihat realitas yang ada dalam rana pergerakan mahasiswa saat ini. dan berharap kader-kader mampu memberi perubahan yang lebih banyak lagi IMM Sahbran ke depannya.” Tambahnya.
Semoga dengan kegiatan Masta IMM yang dilaksanakan daring ini, tidak membuat semangat para kader ikatan menjadi kurang dalam berorganisasi. tetap semangat walaupun diam di rumah saja. Pesan untuk Mahasantri baru Shabran, jaga kesehatan kalian sampai berjumpah lagi di Pondok Hajjah Nuriyah Shabran,” tutur Muhammad Tegar selaku Ketua Panitia Masta IMM HNS.
Reporter: Muhammad Saleh










